Forum

CaseyHarold
 
Notifications
Clear all
CaseyHarold
CaseyHarold
Group: Registered
Joined: 2022-09-20
New Member

About Me

10 Tempat Monumental yang Harus Didatangi di Bandung

 

Hari liburan ialah mengenai rileksasi dan mengharap waktu stop sesaat untuk kita untuk nikmati peristiwa itu dengan optimal. Tapi untuk sebagian dari kita, sedikit penelusuran dan penjelajahan selanjutnya pulang dengan beberapa toko yang memikat benar-benar diperlukan. Situs monumental tidak disangsikan kembali sebagai salah satunya factor penyumbang paling besar aura yang melingkari kota dan Bandung banyak memiliki situs riwayat untuk didatangi. Untuk mempersempitnya, kami sudah kumpulkan 10 situs riwayat terpopuler di Bandung.

 

1. Gedung Sate

Gedung yang sekarang jadi kantor Gubernur Jawa Barat ini awalannya namanya gedung Departemen Verkeer en Waterstaat atau Departemen Perhubungan, Tugas Umum, dan Pengendalian Air yang dibuat di tahun 1920. Dibuat sesuai design neoklasik yang menyatukan style asli Komponen Indonesia oleh arsitek Belanda J. Gerber. Gedung ini dibuat searah dengan gagasan pemerintahan penjajahan untuk jadikan Bandung sebagai ibukota. Saat Anda berpeluang berkunjung Museum Gedung Sate, Anda dapat ketahui lebih jauh mengenai riwayat didalamnya.

 

2. Gedung Merdeka

Saat sebelum ganti nama oleh Presiden Soekarno, gedung ini dikenali sebagai Sociëteit Concordia ialah masyarakat negara Belanda pada periode penjajahan yang bergabung di Bandung. Sesudah Indonesia merdeka, gedung ini jadi saksi riwayat Pertemuan Asia-Afrika tahun 1955. Sekarang ini, gedung art-deco ini berperan sebagai museum yang menempatkan koleksi dan beberapa foto Pertemuan Asia-Afrika.

 

3. Hotel Savoy Homann

Hotel berpenampilan Art Deco ini telah ada semenjak tahun 1871 dan dapat disebut hotel pertama di Bandung. Nama Savoy sendiri memiliki arti kemewahan, dan nama Homann diambil dari nama keluarga Jerman pemilik hotel. Di tahun 1955 hotel ini mempunyai peranan penting sebagai tempat bermalam untuk beberapa pimpinan beberapa negara Asia dan Afrika. Bila ingin mencari kembali riwayat, Anda dapat coba bermalam di kamar yang sempat dipakai oleh Soekarno, Jawaharlal Nehru (PM India), sampai Zhou Enlai (Presiden China).

 

4. Gedung Pensil

Sesuai namanya, bangunan ini mempunyai atap berwujud kerucut berwujud pensil. Gedung ini berdiri semenjak tahun 1918 dan selalu berperan sebagai ruang usaha dari Handel MijGroote dan Scholtz, Dunlop, dan Shell walau sudah seringkali beralih pemilikan sampai sekarang ini. Bangunan yang ini jadi icon "Simpang Lima" di tahun 1930-an.

 

5. De Majestic

De Majestic adalah bioskop pertama di Bandung. Gedung ini direncanakan dengan seorang seniman terkenal di Bandung waktu itu, Wolff Schoemaker. De Majestic memang dibuat untuk memberikan dukungan kenaikan kegiatan ekonomi di teritori Braga waktu itu. Gedung ini jadi saksi pemutaran film pertama di Indonesia dengan judul Loetoeng Kasaroeng di tahun 1926. Sekarang ini, De Majestic sudah berbeda peranan dari gedung bioskop jadi gedung seni pementasan.

 

6. Pos Museum

Museum ini sudah berdiri semenjak tahun 1933 dan mempunyai koleksi beberapa benda pos dari Indonesia dan dunia. Museum Pos tempati gedung yang serupa dengan Kantor Pos Indonesia yang berada di kompleks Gedung Sate. Untuk beberapa periset filateli, museum ini harus didatangi karena mempunyai beberapa ribu koleksi perangko. Disamping itu, di sini Anda bisa mendapati object pos dari hari ke hari.

 

7. Villa Isola

Villa cantik yang istimewa ini berada di teritori utara Bandung yang sekarang ini jadi teritori Kampus Pengajaran Indonesia. Vila ini usai dibuat di tahun 1933 oleh arsitek Belanda Wolff Schoemaker dan pertama kalinya dipunyai oleh taipan media Belanda Dominique Willem Berretty. Sesudah meninggalnya, diganti jadi hotel dan saat ini berperan sebagai kantor kepala sekolah Kampus Pengajaran Indonesia Villa Isola mempunyai design art-deco yang menyatukan ide tradisionil dengan filosofi arsitektur Jawa dengan sumbu kosmik utara-selatan, di mana bangunan menghadap Gunung TangkubanPerahu di utara dan Kota Bandung di selatan.

 

8. Gedung Indonesia Menuntut

Gedung ini awalannya sebagai rumah masyarakat negara Belanda yang dibuat di tahun 1907. Peranan gedung ini baru diganti jadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Penjajahan di tahun 1917. Gedung ini jadi saksi saat Soekarno membacakan pembelaannya mengenai pidato kemerdekaan, bertema "Indonesia Menuntut" di tahun 1930. Sekarang ini, gedung ini sebagai cagar budaya dan tempat berkumpulnya beberapa seniman seperti Tempat Wisata di Purwakarta, wartawan, dan guru. Beberapa acara kerap diselenggarakan di sini.

 

9. Grand Hotel Preanger

Hotel ini berdiri semenjak tahun 1897. Awalannya, gedung ini ialah sebuah toko roti yang kerap disinggahi beberapa pebisnis perkebunan saat bertandang ke Bandung. Tetapi, toko roti itu pailit dan pada akhirnya beralih menjadi hotel. Hotel ini alami peralihan fasad sama seperti yang kita saksikan saat ini di tahun 1929. Kreasi ini diarsiteki oleh Wolff Schoemaker yang ditemani oleh siswanya Soekarno sebagai pendamping. Di tahun 1955 hotel ini jadi tempat bermalam beragam delegasi dari Asia dan Afrika.

 

10. Observatorium Bosscha

Observatorium paling tua dan paling besar di Indonesia ini berdiri semenjak tahun 1923. Bosscha dibuat oleh Nederlandsch-Indische Sterrekundige Vereeniging (Warga Astronomi Hindia Belanda) untuk lebih memajukan pengetahuan astronomi di Hindia Belanda. Nama Bosscha sendiri diambil dari nama pencetus dan pembina dana, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tukang kebun Malabar. Sekarang ini, Observatorium mempunyai 12 teleskop. Anda dapat bertandang kesini pada saat-saat tertentu dengan membuat janji lebih dulu.

Social Networks
Member Activity
0
Forum Posts
0
Topics
0
Questions
0
Answers
0
Question Comments
0
Liked
0
Received Likes
0/10
Rating
0
Blog Posts
0
Blog Comments
Share: